

Salamah Aruri melaporkan kepada koresponden Pusat Informasi Palestina, patrol pasukan Isrsael mengepung rumah mereka di desa Arurah, serombongan tentera regim telah memeriksa dan memusnahkan alatan serta perabot rumah.
Aruri menambah, pasukan Israel menyampaikan surat (waran tangkap) kepada ibunya, Hajah Aisyah Aruri, dalam penangkapan itu, namun Aisyah menolak memenuhi permintaan mereka, kemudian pasukan Israel menangkapnya secara paksa.
[Gambar – Aruri (kiri) ketika bertemu ibunya (bertudung putih) tidak lama dulu]
Aruri menjelaskan, ibunya berusia 70 tahun, ia menderita sejumlah penyakit dan tidak bisa berjalan kecuali dibantu orang lain. Aruri menuding Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan ibunya, dan meminta lembaga Hak Asasi Manusia untuk membantu membebaskannya.
Beberapa hari sebelumnya Israel turut menangkap anak Aisyah, Ashim dan membawanya ke pusat interogasi Israel.
Shalih Aruri pernah ditangkap dan dipenjara selama 18 tahun di penjara Israel, kemudian dibuang ke Syria tahun lalu.
Beliau adalah Anggota Biro Politik Hamas yang bertanggung jawab tentang persoalan tawanan Hamas.
Pada 1 April lalu, Aruri membantah menempelak pernyataan perdana menteri regim Zionis, Benjamin Netanyahu bahwa pihak regim menyetujui membebasan 150 tawanan Palestina dengan syarat dibuang ke Gaza, Tunisia atau Libya.
Ia kononnya sebagai pertukaran tawanan dengan pihak Hamas untuk membebaskan tentera Zionis yang ditawan di Gaza pada 25 Jun 2006, Gilad Shalit.
Aruri dalam kenyataan khasnya menganggap kenyataan Netanyahu tersebut sebagai satu penipuan terhadap keluarga Shalit dan masyarakat Israel pada umumnya.
“Yang sebenarnya adalah Netanyahu menolak membebaskan seratus tawanan Palestina yang dianggap sebagai prajurit Hamas, walau harus dibuang ke Gaza atau luar Palestina”, jelasnya.
Sumber – http://www.infopalestina.com/ms/




























