Karzai akui gagal wujudkan keamanan di Afghanistan

583

Presiden ‘boneka’ Afghanistan Hamid Karzai menyatakan pemerintahnya dan NATO gagal menjamin keamanan di Afghanistan setelah sepuluh tahun Taliban digulingkan.

Karzai juga menuduh Pakistan mendukung kelompok seterunya dan mengatakan ia masih perlu ditangani.

Dengan berjanji untuk melepaskan jawatan pada tahun 2014, Karzai mengatakan ia berupaya untuk menangani masalah penggantinya.

Komentarnya muncul di tengah pernyataan mantan panglima pasukan gabungan NATO yang mengatakan NATO masih jauh dari penyelesaian dalam mencapai matlamat mereka di negara bergolak itu.

Setelah perang selama sepuluh tahun di Afghansitan, Jenderal Stanley McChrystal NATO baru mencapai kemajuan ‘separuh jalan’.

Karzai mengakui kelemahannya ketika ditemuramah oleh BBC.

Menurutnya, strategi ketenteraan di Afghanistan pada peringkat awal gagal menangani Taliban yang bersembunyi di kawasan suku-suku di utara Pakistan.

“NATO dan Amerika Syarikat dan jiran kami di Pakistan harus fokus pada sesuatu di masa lalu, pada tahun 2002-2003 berhubungan persembunyiaan Taliban,” katanya.

[Gambar – antara serangan bom Taliban ke atas Kabul ]

Karzai tetap optimistik walaupun banyak kegagalan, beliau masih bangga atas apa yang ia sebut sebagai prestasinya menyediakan kemudahan kesihatan, pendidikan, dan ekonomi.

Spekulasi menyebutkan Karzai akan cuba bertahan sampai jabatannya berakhir tahun 2014.

“Apa yang kami harus lakukan adalah menjaga keamanan bagi rakyat Afghanistan dan di situlah masyarakat internasional dan pemerintah Afghanistan jelas gagal,” kata Karzai.

Dalam bulan-bulan mutakhir, Afghanistan dilanda serangan besar dengan sasaran ketenteraan ke atas lokasi penting, termasuk pembunuhan mantan presiden Burhanuddin Rabbani.

Presiden Karzai kelemahan uatama adalah kerana gagal menyekat Taliban dapat melancarkan serangan besar seperti itu.

Namun ia menambah, masalah-masalah seperti ini datang dari luar negeri, dengan merujuk peranan Pakistan dalam kelompok Taliban.