Presiden Ali Abdullah Saleh Meninggalkan Yaman

742

Ribuan warga Yaman turun padang untuk meraikan keberangkatan Presiden Ali Abdullah Saleh ke Arab Saudi. Saleh dilaporkan tiba di Riyadh hari ini (5/6) pada waktu pagi untuk mendapat rawatan terhadap luka yang dialaminya dalam serangan keatas istana presiden. Agen berita DPA melaporkan serpihan peluru terlekat berhampiran jantung Saleh, namun Hussein Shobokshi dari harian internasional Arab Saudi, Alsharq Alawsat, mengatakan hal yang berbeza, “Kecederaannya adalah luka terbakar pada leher dan dada. Ia akan dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Atas dasar kemanusiaan, kerajaan Arab Saudi juga mengundang empat anggota pemerintahan Yaman yang juga terluka dalam serangan.”

Berita mengenai Saleh memang bercabang-cabang. Yang pasti selepas serangan, Saleh terus memberikn kenyataan kepada rakyatnya bahwa dirinya berkedaan bik. Namun kenyataan terhadap pernyataan yang diberikan dalam bentuk audio, mengundang tanda tanya. Mohammed Iljendi, wakil Menteri Komunikasi Yaman, dalam wawancara dengan stesen televisi Al-Jazeera pada hari Sabtu (4/6) berulang kali mengeluarkan kenyataan bahawa Saleh akan meninggalkan Yaman. Iljendi menekankan bahwa Presiden Saleh tidak mengalami kecederaan yang serius dan dapat meneruskan tugasnya sebagai presiden.

Seorang warga Yaman yang turut sama turun padang mempunyai pendapat yang berlainan. Dia mengatakan bahawa serangan yang terjadi adalah suatu konspirasi yang dicipta oleh Saleh sendiri, “Ini adalah salah satu kejahatan Presiden Saleh. Beliau ingin menghancurkan pemerintahan dengan meninggalkan negeri. Beliau penuh dengan kebencian. Beiau ingin menghancurkan pemerintahan sebelum pergi.”

Seorang aktivis di ibukota Sana’a, Shatha al-Harazi, mengatakan keberangkatan Saleh pada masa kritikal adalah ditunggu-tunggu oleh ribuan warga yang telah berbulan-bulan membuat protes menuntut supaya Saleh berundur sebagai kemenangan. Meskipun mereka tetap khuatir. Wakil presiden Abd-Rabbu Mansur mengambil alih tugas presiden dibawah pengawasan putera pertama Saleh, Ahmad. Sanak saudara Saleh juga memegang jabatan penting di militer dan pemerintahan.

Pemerintah Yaman menuding kaum Hashid yang dipimpin Sheikh Sadiq al-Ahmar sebagai penyebab serangan terhadap istana presiden. Kekerasan antara militer Yaman dengan kelompok kaum meningkat bulan lalu setelah Saleh menolak untuk menandatangani perjanjian peralihn kuasa. Saleh telah 32 tahun berkuasa, dan sejak protes anti-pemerintah dilakukan Januari lalu, lebih dari 350 orang dilaporkan kalah.